Feeds:
Pos
Komentar

Laman (website) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) http://bnpb.go.id/ menjadi rujukan utama guna mendapatkan informasi dan data mengenai upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Jumlah total pScreenshot from 2016-08-31 11-25-41engunjung laman ini mencapai 5.187.899 per tgl 31 Agustus 2016, pukul 11.27.

Secara rutin saya mengakses Website BNPB utk melihat informasi/berita, produk hukum, dan produk buku/majalah. Ini masukan utk Website BNPB bgn Produk Hukum, khususnya bgn PERATURAN KEPALA BNPB dan PERATURAN PEMBENTUKAN BPBD. Ada permasalahan yg cukup mengganggu tampilan Website BNPB secara keseluruhan, yaitu nama file & link yg dobel dan link-kosong (link yg tdk ada filenya).

Lanjut Baca »


Kebakaran lahan dan hutan (karlahut) pada awal tahun 2016 ini kembali muncul lagi setelah pada akhir tahun 2015 padam oleh lebatnya hujan yang turun. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat pada awal 2016 selain munculnya sejumlah titik api karlahut di Sumatra, pada awal Pebruari 2016 juga ditemukan sekitar 370 s/d 500 titik api karlahut di Papua. Hal ini, menurut KLHK, karlahut tidak hanya disebabkan oleh perusahaan yang membakar lahan tapi juga karena ada kebiasaan masyarakat dengan membakar lahan sebelum ditanami.

Penggunaan istilah kebakaran lahan dan hutan (karlahut) atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah sama saja. Penamaan ini tergantung dari sudut pandang orang-orang yang menggunakannya. Akan tetapi, dampak dari karlahut atau karhutla ini sama saja, yaitu menyengsarakan ribuan orang yang terdampak di Sumatra, Kalimantan, serta di negara tetangga seperti Singapore dan Malaysia.

Lanjut Baca »


Milis Bencana sebagai Media Berbagi dan Berdiskusi Isu-Isu Kebencanaan yg Semakin Berkembang Pesat

20160322-milis-bencanaTidak terasa umur Milis Bencana sudah hampir mencapai angka 9 tahun. Milis Bencana dibuat pada 22 Agustus 2007 di server Google Groups oleh Djuni Pristiyanto. Hingga tgl 11 Maret 2016 anggota milis ini mencapai angka 5.114 anggota dan jumlah email yang beredar di milis mencapai 10.867 email dengan berbagai macam informasi dan diskusi mengenai isu-isu penanggulangan bencana yg aktual. Tujuan Milis Bencana cukup singkat dan sederhana, yaitu sebagai media berbagi dan berdiskusi tentang isu-isu penanggulangan bencana di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya agar penyelenggaraan PB di Indonesia semakin maju dan berkembang serta meningkatnya rasa aman dari bencana pada seluruh rakyat Indonesia.

Dari 10.867 email yg beredar di Milis Bencana, pengepos email terbanyak dipegang oleh Djuni Pristiyanto sebanyak 4.908. Hal ini terjadi karena tugas Djuni sebagai moderator milis dlm hal diseminasi informasi kebencanaan. Berikutnya adalah Firdaus Cahyadi (489), Sofyan Eyanks (320), Luluk Uliyah (251), Jonatan Lassa (213), Iskandar Leman (151), Wahyu (126), Dewi Andaruni (124), dan Forum PRB DIY (112).
Lanjut Baca »


Pengungsi Sinabung. Sumber: Liputan6

Dua orang pengungsi erupsi Gunung Sinabung ditangkap polisi karena menggelar lapak judi dadu dengan taruhan uang pada 9 Maret 2016 lalu. (http://sumut.pojoksatu.id/read/2016/03/09/buka-lapak-judi-dua-pengungsi-gunung-sinabung-diciduk/) Bagaimana melihat kasus ini dengan jernih? Apakah dilihat hitam putih sebagai kasus kejahatan biasa atau kah kasus khusus dengan pendekatan psikologi trauma pascabencana?

Seperti kita tahu bersama bahwa Gunung Sinabung selang beberapa tahun secara kontinyu mengalami erupsi dan tahun-tahun terakhir ini termasuk memuntahkan lahar dingin. Sebagai dampaknya adalah penduduk di kawasan risiko tinggi atau area terdampak langsung / ATL (kalau meminjam istilah orang2 vulkanologi) harus mengungsi ke tempat aman. Sawah ladang tanaman produktif juga rusak karena kena debu erupsi. Hal tsb terjadi berulang-kali, mengungsi – kembali ke rumah – mengungsi lagi – kembali ke rumah lagi – dst. Betapa hal ini sangat menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan yg mendalam. Dan harta benda lama-lama akan habis dalam proses ini, sementara itu sawah ladang tidak berproduksi. Dari mana lagi mendapatkan duit utk membiayai kebutuhan sehari-hari, mencukupi kebutuhan anak-anak sekolah, biaya kalau ada yg sakit, dll? Tekanan fisik dan mental datang bertubi-tubi.

Lanjut Baca »


“Tidak ada makan siang gratis.” Begitulah peribahasa yg sering diucapkan bahwa di dunia ini tidak ada segala sesuatu yg gratis. Apalagi kalau “bantuan” itu datangnya dari lembaga bank. Hal ini yang mesti dikritisi oleh banyak pihak.

Bank Dunia memberi bantuan hibah sebesar 12 juta dolar AS kepada Indonesia utk menangani kebakaran hutan dan lahan. Yg jadi pertanyaan adalah apakah itu hibah murni atau kah hibah bersyarat seperti yg biasa dilakukan oleh Bank Dunia. Apakah dana itu semua akan masuk ke BNPB atau kah dibagi-bagi kepada K/L dan pemerintah daerah utk penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan? Lanjut Baca »


Gumuk pasir di Kab. Bantul merupakan penahan alami thd abrasi, rob, dan tsunami. Akan tetapi, kawasan gumuk pasir itu ditambang dan diambil pasir serta dijadikan tambak udang. Tentu saja tambang pasir dan tambak udang itu merusak kawasan gumuk pasir. Dampak nyata adalah intrusi air laut pada lahan-lahan pertanian rakyat di pesisir kawasan tsb.

Berdasarkan rencana yang dibuat Parangtritis Geomaritime Science Park, kawasan gumuk pasir itu akan memiliki luas 413 hektar (ha) dan terdiri dari tiga zona, yakni zona inti (141,15 ha), zona terbatas (95,3 ha), dan zona penunjang (176,6 ha). Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park, Retno Wulan, mengatakan bahwa berdasarkan hasil foto udara tahun 2015, di kawasan zona inti yang harusnya seluas 141,15 ha, gumuk pasir yang masih terjaga hanya 30,78 ha (21,8 persen). Di dalam zona inti, terdapat kawasan permukiman seluas 2,02 ha yang kebanyakan terdiri atas bangunan semipermanen. Ada pula tambak udang seluas 1,11 ha yang sebagian tak beroperasi.
Lanjut Baca »


Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membangun bandara baru di daerah kabupaten Kulon Progo. Mengapa membangun bandar baru, apakah bandara yg sekarang ini tidak cukup? Berdasar berita di bawah ini, Bandara Adisutjipto dirancang hanya untuk menampung penumpang 1,5 juta, tapi pada tahun 2014 saja sudah mencapai 6,2 juta penumpang. Dengan demikian bandara yg sekarang kelebihan beban yg sangat banyak. Bandara baru di Kab. Kulon Progo dirancang utk dpt menampung penumpang sebanyak 8 juta. Akan tetapi, bandara baru yg akan dibangun tsb berada di kawasan yg rawan gempabumi dan rawan tsunami. Selama ini penulis memperhatikan wacana yg berkembang lebih banyak pada potensinya saja, sedangkan wacana utk aspek manajemen risiko bencana dan pengurangan risiko bencana dari bandara baru tsb masih sangat minim. Lanjut Baca »