Feeds:
Tulisan
Komentar

Hidup saat ini

Hidup saat ini
Menulis bebas tanggal 10 Mei 2009, pagi hari.

Hidup saat ini. Hidup dari saat ke saat. Hidup sepenuhnya. Menjalani kehidupan dengan berbagai kondisi. Hidup sepenuhnya tidak ada keinginan, tidak ada harapan, tidak ada baik-buruk, tidak ada benar-salah. Hidup mengalir dari saat ke saat. Hidup hari ini. Mengalir begitu saja. Lanjut Baca »

Menulis bebas: Perubahan

Perubahan
Menulis bebas tanggal 10 Mei 2009, pagi hari

Membuat perubahan. Bagaimana berubah dan siapa yang berubah? Bagaimana saya membuat perubahan? Bagaimana peran saya dan bagaimana upaya saya bekerja sebaik-baiknya dan bekerja dengan cerdik bertujuan? Bekerja dengan berjadwal, monitoring evaluasi, menjadi contoh, menjadi teladan dan tidak usah peduli dengan yang lain bila yang lain bersikap opoturnis dan egois. Diam, bekerja dan bekerja dan bersosialisasi. Begitulah, mengalir terus dan tidak terlibat dalam intrik-intrik kantor. Tidak melakukan manipulasi korupsi dan bekerja dengan benar. Hidup benar, makan benar, meditasi, vegetarian, menjalani apa adanya, terus berjalan tidak usah bingung dan takut. Yang penting bekerja dan bertindak. Berpikir benar dan hati akan tenteram, pikiran terang dan itulah yang dapat saya lakukan. Lanjut Baca »

Tulisan di bawah ini hasil dari menulis dengan cara “menulis bebas”. Jadi setelah bangun tidur, mandi, meditasi duduk dan dilanjut dengan “menulis bebas”. Caranya adalah dengan bolpen di tangan dan kertas kosong menulis apa saja, tidak ada sensor, tidak ada arah, tidak ada tujuan. Asal saja menulis, entah itu berupa coret-coret tanpa makna maupun berupa kata-kata sepotong-potong. Menulis bebas secepatnya dan tanpa dibaca ulang dan tanpa direvisi dan tanpa menggunakan tanda-tanda baca. Bila ada kemacetan maka menggunakan kata “dan”, semakin macet maka kata “dan” akan semakin banyak atau biasanya berupa coretan tanpa makna.

Setelah menghabiskan dua atau tiga lembar kertas HVS A4 bolak-balik maka proses “menulis bebas” berhenti”. Waktu berhenti juga akan diketahui dengan sendirinya. Habis itu kertas-kertas yang penuh coretan itu disimpan. Lusa atau besok-besoknya baru di baca. Lanjut Baca »

Tanggal 18 April 2009 kami – saya, Isna dan Aji – menghadiri resepsi pernikahan Adefadli dengan Alien di Mampang Prapatan, Jakarta. Maklum karena si pengantin keduanya aktivis yang aktif di dunia LSM lingkungan dan dunia maya, maka undangan pernikahannya pun melalui internet. Undangan resepsi pernikahan Adefadli dan Alien saya baca di sini, dalam blog yang khusus Alien-Adefadli buat untuk kepentingan mereka berdua setelah hidup dalam rumah tangga. Lanjut Baca »

PEMBENTUKAN BPBD BERDASAR PERMENDAGRI NO. 46 TAHUN 2008
oleh
Djuni Pristiyanto

Pada tanggal 22 Oktober 2008 keluar Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penaggulangan Bencana Daerah (Permendagri 46/2008). Setelah sekian lama ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga sebuah peraturan mengenai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

APA ITU BPBD?
Lanjut Baca »

Kawan-kawan,

Rendra Permana (rendra_permana@……) mengajukan sebuah pertanyaan kepada saya melalui email pada tanggal 27 November 2008. Isi pertanyaannya adalah sebagai berikut:
”Saya mau diskusi hal-hal yang memang buat ruwet di propinsi Jabar. Terkait simpang siurnya aturan pelaksana UU 24/2007. Utamanya terkait Rencana Penanggulangan Bencana (RPB).
1. Sesuai UU 24/2007 dan PP 21/2008 yang membuatnya BPBD.
2. BPBD di propinsi kami belum dibentuk (karena simpang siurnya aturan kelembagaan tadi).
3. Apakah SKPD lain boleh membuat RPB tersebut? Jika boleh SKPD mana? Atau lebih baik membentuk BPBD dulu dg mengacu permendagri no 46/2008 saja dulu?”

Untuk menjawab pertanyaan di atas saya kemudian menulis sebuah artikel yang berjudul “PERGULATAN RAD PRB, RPB DAN BPBD: ANTARA PERATURAN DAN PENGALAMAN PRAKTIK 2007-2008″.
Lanjut Baca »

Kawan-kawan,

Pada tanggal 8 November 2008 Jonathan Lassa atau biasa dipanggil Tanlas meluncurkan sebuah diskusi di berbagai milis mengenai “sistem peringatan dini atau early warning system (EWS)”. Sebagai moderator diskusi adalah Tanlas dan Mbak Vidi serta tukang rekam proses adalah Djuni.

Sistem peringatan dini menjadi penting utk kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana. Akan tetapi ada bermacam ragam sistem peringatan dini. Pertanyaan-pertanyaan panduan dari Tanlas adalah sbb:

1. Tatakelolah EWS khususnya Tsunami EWS. Apakah ini membutuhkan Undang Undang sendiri? Ataukah cukup berada dibawah UU 24/2007?
2. Tatakelolah EWS multi-hazard apakah sebaiknya berada dibawah BNPB ataukah BMG? Mengapa?
3. Karena teman-teman yang terlebih dahulu bergulat secara praktisi/profesional di aplikasi EWS, sering melihat DRR sebagai bagian dari EWS sedangkan teman-2 yang menggeluti PRB sebaliknya melihat EWS adalah bagian dari siklus DM/DRM, bagaimanakah pandangan teman Indonesia meletakan EWS dan DRR? Yang mana menaungi yang mana?
4. Apakah framework yang tepat buat EWS yang berkelanjutan bagi Indonesia?

Jawaban dan tanggapan-tanggapan muncul di Milis Bencana, Milis Forum PRB DIY & Jateng, dan Milis Jabar Peduli. Berikut ini saya ringkas jawaban dan tanggapan yang muncul:
Lanjut Baca »

Pada tanggal 22 Oktober 2008 keluar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penaggulangan Bencana Daerah (Permendagri No. 46/2008). Setelah sekian lama ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga sebuah peraturan mengenai Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Landasan Hukum Pembentukan BPBD

Permendagri No. 46/2008 ini mengacu kepada Pasal 25 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (UU 24/2007) dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (PP 41/2007), Lanjut Baca »

Beberapa Pengalih Perhatian dalam Meditasi Mengenal Diri

Pada tanggal 24 Desember 2007 – 1 Januari 2008 saya ikut MMD seminggu penuh di Vihara Mendut. Ini adalah meditasi total, dalam artian peserta tidak dibolehkan berkomunikasi satu sama lain (selain saat diskusi pada waktu-waktu tertentu), menghidupkan HP dan menulis serta membaca. Perhatian sepenuhnya digunakan utk mengamati diri sendiri, baik batin dan fisik. Akan tetapi, tentu saja dalam retret meditasi ini tidak dapat tidak memperhatikan orang-orang lain sesama peserta dengan segala perilakunya.

Dalam menjalankan meditasi ini ada gangguan-gangguan yang disebabkan oleh kurangnya perhatian maupun sebab-sebab yang berasal dari luar diri pemeditasi. Lanjut Baca »

Mempraktikkan Vegetarian

Pada saat ini isu vegetarian menjadi alat media kampanye untuk melawan dampak perubahan iklim global. Perilaku vegetarian dipandang sebagai salah satu cara yang efektif untuk melawan dampak perubahan iklim global.

Saya adalah aktivis lingkungan dan kebencanaan. Dan sejak awal tahun 2008 ini saya menjadi vegetarian. Akan tetapi saya menjadi vegetarian bukan karena ikut-ikutan dalam isu perubahan iklim global tersebut. Cerita saya menjadi penganut praktik vegetarian adalah sebagai pemahaman yang saya peroleh ketika melakukan Meditasi Mengenal Diri di Vihara Mendut pada akhir tahun 2007. Pengalaman dan wawasan ikut MMD selama seminggu dapat dibaca disini. Lanjut Baca »

Pada hari Selasa, 14 Oktober 2008 saya ikut pertemuan di Kantor Bappeda Kabupaten Kulon Progo dari jam 12.00 – 14.30. Kantor Bappeda ini berada di dalam kompleks perkantoran Bupati Kulon Progo. Pertemuan itu membahas Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD PRB) Kabupaten Kulon Progo. Pihak yang memfasilitasi pertemuan adalah Bappeda Kab Kulon Progo dan UNDP – ERA Jogja. Lanjut Baca »

Pada awalnya saya menerima sebuah pesan singkat (SMS) dari Mimin yang berisi:
“Teman-teman yth, mengundang kehadirannya dalam acara syukuran pernikahan kami yang Insya Allah akan diselenggarakan pada hari Senin 13 Oktober 2008 jam 19.00 – 21.00 di Rumah Makan Pak Parto Kaliurang. Terima kasih. Mimin Dwi Hartono & Desy RAchmania. (nb: Undangan dititipkan di Kantor Walhi Jogja)”. Mimin adalah seorang aktivis lingkungan di Yogya dan sekarang bekerja di Komnas HAM di Jakarta. Lanjut Baca »

Survey II untuk Gladimula XII
Djobolarangan, Lawu, Selasa, 17 Januari 1995, Jam 09.10

Lokasi: Lereng timur 2054 mdpl, pertigaan sungai, dekat pipa air ke Tlogodlingo.
Suhu: 18 derajat Celcius.
Peserta: Toet, Triman, Farid, Tijok dan Lethek.

Puncak Gunung Mongkrang (2147 mdpl)
Jam 14.00
Suhu: 14 derarajat Celcius (Farid bawa termometer).
Ngecamp, bikin 2 tenda.

Jam 18.00, suhu: 12 derarajat Celcius.
Jam 21.30, suhu: 12 derarajat Celcius.

Puncak Gunung Mongkrang (2147 mdpl)
Selasa, 17 Januari 1995, Jam 21.30
Lanjut Baca »

Pengantar

Cerita di bawah ini berasal dari catatan harian yg rajin saya buat ketika saya masih aktif sebagai pencinta alam di Mapagama. Setelah Lebaran saya bongkar-bongkar koleksi buku-buku lama dan menemukan jurnal itu. Utk kenang-kenangan akan saya ketikkan dan saya tampilkan di blog.

Semoga berguna.

Mampang Prapatan IV, 4 Oktober 2008
salam,
djuni

—————————-

Sekretariat Mapagama (MG)
Rabu, 4 Januari 1995, Jam 08.08

Lanjut Baca »

TIGA PULUH TAHUN UNTUK PENERANGAN BATIN

Seorang  muda  datang  kepada  seorang  Guru  dan  bertanya, “Kira-kira saya membutuhkan berapa  waktu  untuk  memperoleh penerangan batin?”

Kata Guru itu, “Sepuluh tahun.”
Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »