Feeds:
Tulisan
Komentar

Pengantar

Cerita di bawah ini berasal dari catatan harian yg rajin saya buat ketika saya masih aktif sebagai pencinta alam di Mapagama. Setelah Lebaran saya bongkar-bongkar koleksi buku-buku lama dan menemukan jurnal itu. Utk kenang-kenangan akan saya ketikkan dan saya tampilkan di blog.

Semoga berguna.

Mampang Prapatan IV, 4 Oktober 2008
salam,
djuni

—————————-

Sekretariat Mapagama (MG)
Rabu, 4 Januari 1995, Jam 08.08

Lanjut Baca »

TIGA PULUH TAHUN UNTUK PENERANGAN BATIN

Seorang  muda  datang  kepada  seorang  Guru  dan  bertanya, “Kira-kira saya membutuhkan berapa  waktu  untuk  memperoleh penerangan batin?”

Kata Guru itu, “Sepuluh tahun.”
Lanjut Baca »

TEROWONGAN

TEROWONGAN

Zenkai,  putera seorang samurai, melakukan perjalanan ke Edo dan di sana menjadi pelayan seorang pejabat tinggi. Ia jatuh cinta  dengan isteri pejabat itu dan ketahuan. Sebagai usaha perlindungan diri, ia membunuh  pejabat  itu.  Kemudian,  ia melarikan diri dengan isteri pejabat itu.
Lanjut Baca »

KIKIR DALAM AJARAN

KIKIR DALAM AJARAN

Seorang  dokter  muda  di  Tokyo yang bernama Kusuda bertemu dengan teman sekolahnya yang telah mempelajari  Zen.  Dokter muda itu menanyakan apakah Zen itu.

“Saya  tidak  bisa  mengatakan  kepada anda apakah Zen itu,” temannya menjawab, “Tetapi satu hal yang  pasti.  Jika  anda memahami Zen, anda tidak akan takut untuk mati.” Lanjut Baca »

Nasehat kepada kawan

Dua hari kemarin saya ber-SMS-SMS-an dengan seorang kawan perempuan. Dia seorang aktivis lingkungan yang sudah menikah tapi masih mengidolakan orang yang dulu pernah ditaksirnya. Berikut ini SMS-SMS dari saya kepada dia yang berisi nasehat dan kritikan dan bahkan kadang-kadang “jeweran” di kuping, dari seorang kakak kepada seorang adik. Lanjut Baca »

Bekerja dengan hati bebas

“Sebab itu maka kerjakanlah
akan kerjamu

dengan hati yang tiada tersangkut
pada barang sesuatu,
karena
bekerja dengan hati bebas,
tercapai manusialah yang
setinggi-tingginya.”

Bhagawadgita, Percakapan Ketiga.
Jakarta: Dian Rakyat, 1992, cetakan ketiga, hal. 26. Penerjemah: Amir Hamzah.

RAD PRB Vs Rencana PB?

RAD PRB Vs Rencana PB?

Mbak Yenny dan kawan-kawan pegiat PB,

Tampaknya ada perbedaan antara RAD PRB dengan Rencana PB. Mari kita lihat bersama dari PP No. 21/2008 ttg Penyelenggaraan PB ttg hal ini.

1. Pengurangan Risiko Bencana
Lanjut Baca »

RAD PRB (dan file RAD PRB Prov Jateng & Kota Yogya)

Kawan-kawan,

Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi pertama yang menetapkan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD PRB) melalui Peraturan Gubernur No. 88 Tahun 2007. Selain itu Kota Yogyakarta adalah Daerah Tingkat II pertama yang menetapkan RAD PRB melalui Keputusan Walikota No. 669 Tahun 2007.

Sebelum turunan dari UU PB muncul, wacana mengenai landasan hukum dari RAD PRB adalah melalui peraturan/keputusan kepala daerah (tingkat I/II). Bila landasan RAD PRB tsb dibuat dalam bentuk Peraturan Daerah dikuatirkan akan makan waktu lama dan berbelit-belit. Dalam hal ini penyusun RAD PRB dikoordinasikan oleh Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) sebagai lembaga perencanaan di daerah serta lembaga yang bekerja di bidang penanggulangan bencana (Kesbanglinmas misalnya). Tim Kerja penyusun RAD PRB terdiri dari berbagai pihak, seperti dari unsur pemerintah daerah, LSM, perguruan tinggi dan swasta. Masa waktu untuk RAD PRB adalah selama 5 (lima) tahun, hal ini sesuai dengan masa waktu perencanaan umumnya di pemerintah (jangka menengah).
Lanjut Baca »

Peraturan kebencanaan dan lingkungan

Kawan-kawan,

Di bawah ini beberapa peraturan yang berkaitan dg kebencanaan dan lingkungan yg saya upload di Bencana Dot Net. Silahkan diunduh bila diperlukan.
Lanjut Baca »

Isu PB dan PRB dalam RKP 2008

Kawan-kawan,

Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2008 sudah tercantum mengenai penanganan bencana dan pengurangan risiko bencana. Ada yang bisa bercerita lebih jauh ttg hal ini? Bagaimana upaya-upaya yg telah dilakukan utk merealisasikan hal itu?

————————————

RKP 2008 bagian PB
Sumber: Bappenas

BAB 2 TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
TAHUN 2008 Lanjut Baca »

Stay Hungry Stay Foolish

sjStay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan anda juga begitu.

Oleh Steve Jobs

(Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.)

Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita. Lanjut Baca »

Kesadaran Baru

mengalirDiperlukan suatu kesadaran baru dan suatu moralitas yang sama sekali baru untuk mendatangkan perubahan yang radikal pada budaya dan struktur sosial yang ada sekarang. Ini jelas; tetapi golongan Kiri dan Kanan dan kaum revolusioner tampaknya mengabaikan hal ini. Setiap dogma, setiap rumusan, setiap ideologi adalah bagian dari kesadaran lama; semua itu adalah bentukan pikiran, yang kegiatannya adalah pemecahbelahan–golongan Kiri, golongan Kanan, golongan Tengah. Lanjut Baca »

Pasrah total dalam Doa Iftitah

alamAda sebuah pernyataan sikap pasrah total yang sangat indah di dalam Doa Ifttitah, yaitu:

Sesungguhnya sembahyang saya, ibadah saya, hidup saya, dan mati saya adalah bagi Allah yang menguasai sekalian alam.

bunganSekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.

Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih. Lanjut Baca »

jejak-kakiTahukah anda cerita di balik terciptanya sajak ‘FOOTPRINTS’
(Telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul : Jejak – Jejak kaki).

Sajak tersebut telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu. Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul ‘Jejak’ (aslinya: ‘Footprints’ ) sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau. Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »