Standar-Standar Minimum untuk Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respon, Pemulihan
oleh
Djuni Pristiyanto
MPBI News, Jakarta, 6 Juni 2011
Buku “Standar-Standar Minimum untuk Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respon, Pemulihan” versi bahasa Indonesia telah diluncurkan secara resmi pada Senin (30/5) di Toko Buku Gramedia Matraman Lt. 2, Jakarta Timur. Buku ini diterbitkan oleh The Inter-Agency Network for Education in Emergencies (INEE) serta diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) dengan didukung oleh Plan Indonesia. Apakah itu buku “Standar-Standar Minimum untuk Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respon, Pemulihan”?

Buku “Standar-standar Minimum untuk Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respons, Pemulihan” atau singkatnya disebut Standar Minimum INEE adalah perangkat sedunia yang menyatakan tingkat minimum mutu dan akses pendidikan dalam situasi bencana sampai pemulihan. Buku ini dikembangkan melalui proses yang sangat partisipatoris, lebih 2.250 orang di 50 negara; dan diperbaiki melalui proses yang sangat konsultatif, lebih dari 1.300 orang di 52. Buku ini merefleksikan perkembangan dalam bidang pendidikan dalam situasi kebencanaan, memadukan pengalaman dan praktik baik pengguna buku panduan, dan membuat buku panduan lebih mudah digunakan. Standar Minimum INEE ini berasal dan diturunkan dari Piagam Kemanusiaan dalam Proyek Sphere.
Standar Minimum INEE berisi 19 standar, masing-masing disertai aksi kunci dan catatan panduan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam kesiapasiagaan, respon, dan pemulihan, meningkatkan akses ke kesempatan belajar yang relevan dan aman serta menjamin akuntabilitas dalam memberikan layanan ini. Standar Minimum INEE dirancang untuk digunakan dalam menanggapi krisis dalam berbagai situasi, termasuk bencana dan konflik.
Fokus dari buku Standar Minimum INEE adalah untuk memastikan respon kemanusiaan yang terkoordinasi dan berkualitas, yaitu terpenuhinya hak-hak pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang terkena bencana melalui proses yang menegaskan martabat mereka. Buku ini dapat menjadi pedoman bagaimana mempersiapkan dan menanggapi situasi darurat akut dengan cara-cara pengurangan risiko, meningkatkan kesiapsiagaan masa depan dan meletakkan dasar yang kuat untuk pendidikan yang berkualitas. Hal ini memberikan kontribusi untuk membangun kembali pendidikan yang lebih kuat dalam tahap pemulihan dan pembangunan.
Di dalam buku ini terdapat pengertian mengenai standar, aksi kunci dan catatan panduan. Standar berasal dari prinsip bahwa penduduk yang terkena bencana atau konflik memiliki hak untuk hidup bermartabat dan untuk mendapat pendidikan yang aman, berkualitas dan relevan. Standar bersifat kualitatif dan menjadi universal, berlaku dalam konteks apapun, serta diikuti oleh serangkaian aksi kunci, yaitu cara-cara untuk mencapai standar. Catatan Panduan mencakup hal-hal tertentu dari praktik yang baik untuk dipertimbangkan ketika menerapkan standar minimum dan menyesuaikan aksi kunci dalam situasi yang berbeda.
Standar Minimum INEE diatur dalam lima domain (ranah/bidang), yaitu (1) standar dasar, (2) akses dan lingkungan belajar, (3) belajar-mengajar, (4) guru dan tenaga pendidikan lainnya, serta (5) kebijakan pendidikan.
Standar dasar mencakup koordinasi serta partisipasi dan analisis masyarakat. Standar ini harus diterapkan di semua domain untuk meningkatkan respon yang berkualitas dan menyeluruh. Standar ini memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan untuk diagnosis yang baik pada semua tahap siklus proyek, dalam rangka untuk lebih memahami konteks dan menerapkan standar yang lebih tepat dalam domain yang mengikutinya.
Standar pada akses dan lingkungan belajar fokus pada pada akses informasi kesempatan belajar yang relevan dan aman. Standar-standar ini menyoroti hubungan penting dengan sektor lainnya seperti kesehatan, air dan sanitasi, gizi dan tempat tinggal yang membantu untuk meningkatkan keamanan, keselamatan dan fisik, kognitif dan kesejahteraan psikologis.
Standar pada domain belajar-mengajar fokus pada elemen-elemen penting yang mempromosikan pengajaran ekfektif dan belajar, termasuk kurikulum, pelatihan, pengembangan profesional dan dukungan, instruksi dan proses pembelajaran, dan penilaian hasil belajar.
Standar pada domain guru dan tenaga pendidikan lainnya meliputi administrasi dan manajemen sumber daya manusia di bidang pendidikan, termasuk di dalamnya adalah rekrutmen dan seleksi, kondisi pelayanan, dan pengawasan dan dukungan.
Standar pada domain kebijakan pendidikan fokus pada perumusan kebijakan dan pembelakuannya, perencanaan dan pelaksanaan.
Setiap bagian dari buku ini menggambarkan suatu domain yang spesifik kerja pendidikan. Namun, setiap standar juga saling bersinggungan dengan standar lainnya. Apabila diperlukan, catatan panduan mengidentifikasi hubungan penting dengan standaar lain yang relevan atau catatan panduan dalam domain lainnya untuk memberikan pandangan yang komprehensif dari kualitas pendidikan.
Secara rinci kelima domain dalam Standar Minimum INEE antara lain diuraikan di bawah ini.
Domain 1: Standar-Standar Dasar
1. Partisipasi masyarakat
a. Standar 1: Partisipasi
Anggota masyarakat berpartisipasi secara aktif, transparan dan tanpa diskriminasi dalam analisis, perencanaan, desain, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi respon pendidikan.
b. Standar 2: Sumber daya
Sumber daya komunitas teridentifikasi, dimobilisasi dan digunakan untuk menerapkan kesempatan belajar yang sesuai usia.
2. Koordinasi
a. Standar 1: Koordinasi
Mekanisme koordinasi untuk pendidikan ditetapkan dan dukungan pemangku kepentingan berjalan untuk menjamin akses dan kelangsungan pendidikan yang berkualitas.
3. Analisis
a. Standar 1: Pengkajian
Pengkajian pendidikan yang tepat waktu terhadap situasi darurat dilakukan secara transparan, partisipatif dan holistik.
b. Standar 2: Strategi respon
Strategi respon pendidikan inklusi mencakup gambaran yang jelas tentang konteks, hambatan terhadap hak untuk pendidikan dan strategi untuk mengatasi hambatan.
c. Standar 3: Pemantauan
Pemantauan dilaksanakan secara berkala terhadap kegiatan respon pendidikan dan kebutuhan belajar yang berkembang dari populasi yang terkena dampak.
d. Standar 4: Fasilitas dan layanan
Evaluasi yang sistematis dan tidak memihak memperbaiki respon kegiatan pendidikan dan meningkatkan akuntabilitas.
Domain 2: Akses dan Lingkungan Belajar
a. Standar 1: Kesetaraan akses
Semua individu memiliki akses ke kesempatan pendidikan yang relevan dan berkualitas.
b. Standar 2: Perlindungan dan kesejahteraan
Lingkungan belajar aman dan selamat, dan mempromosikan perlindungan dan kesejahteraan psikososial peserta didik, guru dan tenaga kependidikan lainnya.
c. Standar 3: Fasilitas dan layanan
Fasilitas pendidikan mempromosikan keselamatan dan kesejahteraan pelajar, guru dan tenaga kependidikan lainnya dan terkait dengan layanan perlindungan kesehatan, nutrisi, dan psikososial.
Domain 3: Belajar-Mengajar
a. Standar 1: Kurikulum
Kurikulum yang relevan secara budaya, sosial dan bahasa digunakan untuk menyediakan pendidikan formal dan non-formal, sesuai dengan konteks tertentu dan kebutuhan peserta didik.
b. Standar 2: Pelatihan, dukungan dan pengembangan profesional
Guru dan tenaga kependidikan lainnya menerima pelatihan yang relevan, terstruktur dan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan situasi.
c. Standar 3: Instruksi dan proses belajar
Instruksi dan proses pembelajaran berpusat pada peserta didik, partisipatif dan inklusi.
d. Standar 4: Penilaian hasil pembelajaran
Metode yang tepat digunakan untuk mengevaluasi dan memvalidasi hasil belajar.
Domain 4: Guru dan Tenaga Kependidikan Lainnya
a. Standar 1: Rekrutmen dan seleksi
Guru dan tenaga kependidikan lainnya direkrut dalam jumlah yang cukup dan tepat melalui proses patisipatif dan transparan, berdasarkan keragaman seleksi dan ekuitas.
b. Standar 2: Kondisi kerja
Guru dan tenaga kependidikan lainnya diberikan kondisi kerja dan kompensasi yang layak.
c. Standar 3: Dukungan dan pengawasan
Mekanisme dukungan dan pengawasan untuk guru dan tenaga kependidikan lainnya yang tepat.
Domain 5: Kebijakan Pendidikan
a. Standar 1: Perumusan hukum dan kebijakan
Orientasi pendikan memprioritaskan kontinuitas dan pemulihan kualitas pendidikan, termasuk akses bebas dan iklusi ke sekolah.
b. Standar 2: Perencanaan dan implementasi
Kegiatan pendidikan mempertimbangkan kebijakan pendidikan, hukum, standar, rencana nasional dan internasional, serta populasi belajar.
Buku Standar Minimum INEE ini dapat digunakan oleh:
- Otoritas pendidikan di tingkat nasional dan lokal.
- Badan-badan PBB.
- Lembaga donor bilateral dan multilateral.
- LSM dan organisasi berbasis masyarakat, termasuk komite sekolah.
- Guru, tenaga kependidikan lainnya dan serikat guru.
- Komite koordinasi sektor pendidikan dan Klaster Pendidikan.
- Konsultan pendidikan.
- Peneliti dan akademisi.
- Advokasi kemanusiaan dan hak asasi manusia.
Implementasi Standar Minimum INEE ke dalam praktik harus disesuaikan dengan konteks lokalnya. Karena setiap konteks berbeda, aksi kunci di buku ini juga harus disesuaikan dengan situasi lokal yang spesifik. Pertimbangan konteks lokal, termasuk sumber daya yang tersedia, dan tahap situasi darurat mesti juga dipertimbangkan dalam menentukan tindakan terkontekstualisasi yang dapat diterima secara lokal. Idealnya, proses kontekstualisasi harus terjadi sebelum terjadinya situasi darurat sebagai bagaian dari perencanaan kontijensi pendidikan dan kesiapsiagaan.
Buku “Standar-Standar Minimum untuk Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respon, Pemulihan” ini diterbitkan oleh The Inter-Agency Network for Education in Emergencies (INEE). INEE itu sendiri merupakan suatu jaringan sedunia yang terbuka dan bekerja sama dalam kerangka kemanusiaan dan pembangunan untuk memastikan semua orang memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu dan aman dalam situasi darurat dan sesudah krisis. INEE dilahirkan pada tahun 2000 setelah Education for All (EFA). Lebih 4.000 anggota INEE di lebih115 negara, dengan latar berlakang mahasiswa, guru, dosen, staf PBB, organisasi non pemerintah, donor, pemerintah dan perorangan dari masyarakat yang terkena bencana.
Visi INEE antara lain:
- Semua orang yang terkena krisis dan instabilitas mempunya akses dan peluang terhadap pendidikan yang bermutu, relevan dan aman.
- Layanan pendidikan terpadu dengan semua intervensi kedaruratan sebagai upaya menyelamatkan jiwa dan memelihara kehidupan dalam tanggap kemanusiaan
- Pemerintah dan donor memberikan dana berkelanjutan dan mengembangkan kebijakan terpadu yang memastikan kesiapsiagaan, pencegahan kritis, mitigasi, respons dan pemulihan pendidikan
- Semua program pendidikan disiapkan untuk dan menanggapi bencana, krisis kronis dan pemulihan yang konsisten dengan Standar Minimum INEE dengan mutu dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
— dp —
Sumber: http://www.mpbi.org/content/apa-itu-standar-minimum-inee