
Sumber: http://i17.photobucket.com/
Tiap tahun di Indonesia ada satu jenis bencana yang terjadi dan juga menjadi masalah bagi negara-negara tetangga, yaitu kebakaran hutan dan lahan. Sudah banyak korban, spt:
- Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru sebagai sisa kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah kabupaten/kota lainnya di Riau dan terbawa angin hingga ke ibukota provinsi tersebut.
- BMKG Kota Pekanbaru menyatakan kabut asap di Riau dan provinsi lainnya di Sumatera berpotensi terbawa angin hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
- Pemerintah Malaysia menawarkan kerjasama memadamkan hutan dan lahan di sejumlah provinsi Indonesia yang tengah terbakar hingga menimbulkan bencana kabut asap.
- Bandar Udara Pinangkampai, Dumai, harus ditutup sampai pukul 10.30 WIB. Menurut Edi Sukiatnadi, Kepala Bandara Pinangkampai, jarak pandang sempat mencapai 300 meter. Beberapa penerbangan terpaksa ditunda karena Bandara SSK II diselimuti asap tebal dengan jarak pandang di bawah 1.000 meter.
- Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengumumkan terjadinya ledakan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Dalam sepekan, 10 ribu penderita ISPA Balikpapan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani, Rabu (22/7).
Tindakan utk memadamkan api kok sepi-sepi saja ya. Selain itu upaya-upaya pengurangan risiko bencana (PRB) pada kebakaran hutan dan lahan tampaknya tidak berjalan dengan baik karena tiap tahun tetap saja kasus yang sama terjadi dan berulang-ulang terus terjadi.

Sumber: http://www.kompas.com/
Hal yg berbeda terjadi, bom meledak dan beberapa orang terluka di Jakarta. Akibatnya adalah seluruh negeri menjadi sibuk utk “memadamkan” bom itu. Beda jauh sekali tindakah yg diambil diantara kedua hal tsb di atas. Akan tetapi, antara kebakaran hutan dan lahan dengan terorisme ada kesamaan, yaitu PRB yg sangat lemah sehingga setelah kejadian baru ribut.
Apakah sudah sifat bangsa kita iniĀ berlaku demikian: Kejadian bencana dulu dan baru ribut kemudian? Dan setelah terjadi bencana, lokasi kejadian bencana itu menjadi tempat wisata mendadak?
salam,
djuni
—————————————-
Dalam Sepekan, 10 Ribu Penderita Infeksi Saluran Pernapasan di Balikpapan
Rabu, 22 Juli 2009 | 07:54 WIB
TEMPO Interaktif, Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengumumkan terjadinya ledakan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Dalam sepekan, 10 ribu penderita ISPA Balikpapan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani, Rabu (22/7).
Dyah mengatakan jumlah penderita ISPA tersebut tercatat di klinik, puskesmas, dan rumah sakit Balikpapan. Seluruh pusat kesehatan kemudian melaporkan pada Dinas Kesehatan.
Menurut Dyah, ledakan penderita ISPA disebabkan kondisi cuaca Balikpapan yang memasuki musim pancaroba. Cuaca Balikpapan yang terik, terkadang secara mendadak berubah jadi lembab oleh hujan.
Cuaca seperti ini, kata Dyah, yang membuat jalan-jalan Balikpapan jadi kering dan berdebu. Menurutnya, kondisi cuaca ini yang menyebabkan terjadinya peningkatan penderita ISPA.
Dyah menyarankan masyarakat Balikpapan untuk mempergunakan masker saat berkendara kendaraan roda dua. Selain itu, para penderita ISPA disarankan untuk beristirahat di rumah. “Agar tidak menulari orang lain,” ujarnya.
Sumber: Tempo Interaktif