
Sumber: http://www.detiknews.com/
Flu Babi atau juga disebut Flu Meksiko semakin hari semakin bertambah banyak jumlah orang yang dijangkitinya. Data-data berikut ini sangat menggiriskan al:
- WHO tgl 6 Juli 2009 merilis berita bahwa sebanyak 429 kematian akibat Flu Babi. Lalu tgl 22 Juli 2009 menjadi 700 orang telah meninggal akibat Flu Babi. Jadi selama 16 hari ada penambahan korban meninggal sebanyak 271 orang.
- WHO menyatakan bahwa “Setiap negara akan menghadapi pandemi di tingkat yang berbeda di waktu yang berbeda”.
- WHO juga telah mengingatkan bahwa pandemi flu babi saat ini tak bisa dihentikan. Bahkan tingkat penyebarannya sangat cepat, melebihi kecepatan pandemi flu yang pernah terjadi sebelumnya di dunia.
- Detik.Com melaporkan berdasarkan rilis dari Depkes ada 172 kasus Flu Babi pada tgl 20 Juli 2009. Sebelumnya Depkes melansir berita tgl 9 Juli 2009 bahwa ada 52 kasus positif Flu Babi di Indonesia. Jadi selama 11 hari ada kenaikan kasus sebanyak 120, suatu jumlah yg sangat banyak.
- Pasien yang diduga kena Flu Babi kabur: RSUP Sanglah Bali (2 orang), Pondok Pesantren Dar-Al Qolam, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang (5 orang)
- Kompas: 300 Santri di Tangerang Suspect Flu Babi (21/7/2009)
- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Firman Lubis (14/7/2009): Pemerintah tidak siap menghadapi kejadian luar biasa (KLB) flu A. Jika pemerintah, dalam hal ini Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari telah menyatakan KLB flu A, maka semestinya ada edukasi ke masyarakat, pembagian masker, terutama di tempat umum yang berpotensi terjadinya penularan.
- Detik.Com: di Jepang ada 1.000 orang terjangkit Flu Babi dalam waktu 4 hari terakhir (19/7/2009).
- Detik.Com: Korban Tewas Flu Babi Melonjak Jadi 44 Orang di Thailand (22/7/2009).
Pertanyaannya: Bagaimana upaya penanggulangan bencana Flu Babi di Indonesia? Apakah ada yang tahu? Mohon informasinya.
————————————–
Rabu, 22/07/2009 15:19 WIB
Pasien Flu Babi di Bali Sudah 49 Orang
Gede Suardana – detikNews
Jakarta – Pasien flu babi di Bali terus bertambah. Hingga kini, pasien flu babi telah mencapai 49 orang, dan 19 pasien di antaranya dinyatakan positif flu babi.
Pasien suspect flu babi yang kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi Nusa Indah sebanyak 14 orang. Mereka di antaranya adalah warga asing yang berasal dari Australia dan Taiwan serta WNI asal Bali.
Hari ini, sebanyak tiga Pasien flu babi yang masuk ke RSUP Sanglah adalah Lei Wei Sen (11) asal Taiwan dan dua warga Bali yaitu Ni Made Windari Anggraini (14) serta Ayu Murniati (36). Sedangkan, dua warga asing yang diizinkan pulang setelah dinyatakan bebas dari flu babi, yaitu Chokib Bousko (23) asal Maroko dan Muray Srank Hayes (45).
Dengan semakin banyaknya jumlah pasien flu babi yang dirawat, RSUP Sanglah berencana menambah jumlah kamar perawatan di ruang Nusa Indah. Sementara itu, seorang montir Lion Air Slamet Subagyo yang meninggal beberapa waktu lalu dinyatakan tidak terjangkit flu babi. Ia sebelumnya diduga tewas dengan dugaan terjangkit flu babi.
“Hasil laboratorium menunjukkan pasien tidak terjangkit flu H1N1,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah I Gusti Lanang Suartana, Denpasar, Rabu (22/7/2009).
(gds/djo)
http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/151903/1169519/10/-pasien-flu-babi-di-bali-sudah-49-orang
Rabu, 22/07/2009 15:54 WIB
Korban Tewas Flu Babi Melonjak Jadi 44 Orang di Thailand
Rita Uli Hutapea – detikNews
Bangkok – Korban tewas akibat virus flu H1N1 (flu babi) di Thailand melonjak cepat. Dalam satu pekan terakhir, bertambah lagi 20 penderita flu babi yang meninggal di negeri Gajah Putih itu.
Ini berarti hingga kini sudah 44 orang yang meninggal di Thailand sejak wabah flu babi melanda negeri itu pada April lalu.
Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Publik Thailand seperti diberitakan kantor berita Reuters , Rabu (22/7/2009).
Lonjakan kematian tersebut memicu pemerintah Kamboja mengimbau warga negaranya untuk tidak bepergian ke Thailand.
“Kami menyerukan publik untuk menunda bepergian ke Thailand jika tidak perlu. Tapi jika memang harus pergi, publik harus mengambil langkah-langkah pencegahan dengan mengenakan masker dan lainnya,” kata Ly Sovann, wakil direktur Departemen Pengendalian Penyakit Menular Kamboja.
Kementerian Kesehatan Thailand telah mengkonfirmasi bahwa jumlah kasus flu babi di negeri itu telah meningkat menjadi 6.776 kasus hingga Selasa, 21 Juli. Sebanyak 7 orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.
Pekan lalu pemerintah metropolitan Bangkok menutup 435 sekolah negeri selama sepekan untuk menekan penyebaran flu babi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa sejauh ini jumlah kematian akibat flu babi di dunia telah mencapai lebih dari 700 orang. Dua pekan sebelumnya, jumlah kematian di dunia sebanyak 429 orang.
http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/155425/1169578/10/korban-tewas-flu-babi-melonjak-jadi-44-orang-di-thailand