Hidup saat ini
Menulis bebas tanggal 10 Mei 2009, pagi hari.
Hidup saat ini. Hidup dari saat ke saat. Hidup sepenuhnya. Menjalani kehidupan dengan berbagai kondisi. Hidup sepenuhnya tidak ada keinginan, tidak ada harapan, tidak ada baik-buruk, tidak ada benar-salah. Hidup mengalir dari saat ke saat. Hidup hari ini. Mengalir begitu saja. Apakah itu sukar? Apakah itu manusiawi? Apakah bisa dijalani? Bisa dijalani dan tetap manusiawi. Budha bisa mengapa manusia biasa tidak bisa? Budha yang asalnya dari manusia biasa dengan upaya tanpa kenal lelah untuk memahami diri, memahami pikiran, memahami tubuh telah berhasil mengalami pencerahan. Begitu juga personal-personal yang lain yang disebut sebagai nabi-nabi, rasul dan masih banyak lainnya yang tidak disebutkan dalam sejarah. Manusia-manusia yang telah tercerahkan sepenuhnya.
Ada perbedaan antara bertindak dengan pemahaman diri dan bertindak tanpa pemahaman diri. Bekerja dengan pemahaman terhadap pikiran dan keinginan dengan bekerja berdasarkan pikiran dan keinginan. Menurut Budha, berfikir benar, berkata benar dan bertindak benar. Tapi apakah berfikir benar, berkata benar dan bertindak benar itu? Karena bila telah paham pikiran maka semua itu jadi relatif. Benar dan tidak benar adalah relatif. Setelah ada pemahaman/kesadaran, semua itu tidak penting lagi. Pedoman-pedoman itu khususnya ditujukan kepada orang-orang yang belum paham, orang-orang yang belum sadar. Hal-hal itu adalah alat untuk pemahaman diri, untuk kesadaran diri. Alat adalah bukan tujuan. Alat adalah alat/cara/metode/sarana untuk sampai ke suatu tempat/tujuan atau untuk mencapai sesuatu kondisi. Bila tujuan telah tercapai, alat ditinggalkan, alat dilepaskan.