Beberapa Pengalih Perhatian dalam Meditasi Mengenal Diri
Pada tanggal 24 Desember 2007 – 1 Januari 2008 saya ikut MMD seminggu penuh di Vihara Mendut. Ini adalah meditasi total, dalam artian peserta tidak dibolehkan berkomunikasi satu sama lain (selain saat diskusi pada waktu-waktu tertentu), menghidupkan HP dan menulis serta membaca. Perhatian sepenuhnya digunakan utk mengamati diri sendiri, baik batin dan fisik. Akan tetapi, tentu saja dalam retret meditasi ini tidak dapat tidak memperhatikan orang-orang lain sesama peserta dengan segala perilakunya.
Dalam menjalankan meditasi ini ada gangguan-gangguan yang disebabkan oleh kurangnya perhatian maupun sebab-sebab yang berasal dari luar diri pemeditasi.
Gangguan-gangguan itu saya sebut “pengalih perhatian” dalam meditasi. Definis pengalih perhatian disini adalah rintangan batin, hal-hal dan kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian untuk dapat melakukan meditasi dengan mendalam. Pengaliha perhatian ini dapat berupa hal-hal yang tampak (fisik, dapat dilihat oleh orang lain) dan hal-hal tidak tampak (batin, hanya si pemeditasi sendiri yan bisa merasakan dan “melihat”nya).
Pengalih Perhatian yang Tampak (Fisik)
# Meditasi dengan cara rebahan yang berakibat pemeditasi menjadi tertidur.
# Meditasi dengan duduk di kursi yang berakibat tertidur (kursi yang ada sandarannya dan pemeditasi duduk dengan bersandar).
# Tindakan-tindakan kecil, seperti ganti posisi duduk, menggaruk bagian-bagian tubuh yang terasa gatal, mengamati kaki (dalam keadaan tidak bermeditasi, karena rasa sakit pada kaki).
# Minum air akibat rasa haus. Pada saat itu udara memang terasa sangat panas, sehingga tampak peserta sebentar-bentar minum air dari botol atau mengambil air dari galon di bagian belakang ruangan. Saya pikir ini semua lebih pada rasa “haus psikologi”. Indikatornya adalah seringnya peserta mengisi air minum dari galon dan dalam sehari bisa 2 kali mengisi air. Akibatnya adalah galon air minum cepat habis.
# Melamun/bengong/merenung.
# Meditasi dengan cara berjalan di luar ruangan meditasi bersama. Saat meditasi berjalan ini jadi cenderung melihat-lihat pemandangan atau keluyuran di sekitar Vihara Mendut.
# Menghidupkan HP: menelpon, ber-SMS.
# Mengobrol dengan sesama peserta.
# Membaca buku.
# Menulis di buku harian.
# Berhias.
# Berjemur (mditasi duduk di tangga luar ruangan sambil berjemur? karena saat itu pagi hari dan sinar matahari baru muncul dan udara tidaklah panas).
# dll.
Pengalih Perhatian yang Tidak Tampak (Batin)
# Bosan.
# Mengantuk.
# Jenuh.
# Malas.
# Marah.
# Rasa haus.
# Rasa lapar.
# Keingingan utk mencapai sesuatu.
# Cemas/kuatir.
# Rasa sakit.
# Rasa seperti dirayapi oleh semut.
# Penglihatan-penglihatan tertentu, mis: setan, gendruwo, bola cahaya, dll (hal ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan agama/keyakinan pemeditasi).
# Mendengar suara-suara.
# Merasa berhasil atau gagal (telah mencapai atau tidak mencapai/memperoleh sesuatu).
# Iri hati pada kawan peserta meditasi yang dianggap lebih berhasil.
# Keingingan.
# Pengharapan.
# dll.
Pengalih Perhatian yang Datang dari Luar Vihara Mendut
Pada saat retret meditasi di Vihara Mendut ini ada rangsangan yang datang dari luar Vihar Mendut dan rutin setiap hari, spt:
# Suara musik yang diputar kencang tiap siang – sore dari toko penjual suvenir di depan Vihara Mendut. Lagu-lagu yang diputar hanya itu-itu saja, mis: lagu instrumentalia angklung Bengawan Solo, Lenggang Jakarta (?), lagu Sunda (klenengan?). Bagi saya dengan latar belakang yang akrab dengan lagu Bengawan Solo, maka terasa sekali lagu itu sangat mengganggu. Sedang enak-enaknya melakukan meditasi, tiba-tiba terdengar lagu Bengawan Solo maka secara tidak sadar saya akan mengikuti lagu itu dalam hati. Saya menjadi tersadar setelah “…… sampai jauuuuhhh”. Lagu-lagu itu diputar berkali-kali. Kalau lagu yang tidak familiar bagi saya seperti lagu Sunda dan Betawi tidak berpengaruh. Saya lihat lagu-lagu itu juga menjadi gangguan besar bagi kawan-kawan peserta retret meditasi lainnya.
# Suara latihan drum band (tiap pagi). Oleh karena suaranya yang keras, suara-suara latihan drum band ini terasa mengganggu, tapi tidak semengganggu lagu-lagu di atas.
Semoga berguna.
Wah, iseng-iseng berhadiah, menu blog ini. Akan sering kukunjungi. Salam
pertanyaanku : bagaimana solusi menghilangkan /meniadakan “pengalih Perhatian” ? agar meditasi “berhasil”.