Pada saat ini isu vegetarian menjadi alat media kampanye untuk melawan dampak perubahan iklim global. Perilaku vegetarian dipandang sebagai salah satu cara yang efektif untuk melawan dampak perubahan iklim global.
Saya adalah aktivis lingkungan dan kebencanaan. Dan sejak awal tahun 2008 ini saya menjadi vegetarian. Akan tetapi saya menjadi vegetarian bukan karena ikut-ikutan dalam isu perubahan iklim global tersebut. Cerita saya menjadi penganut praktik vegetarian adalah sebagai pemahaman yang saya peroleh ketika melakukan Meditasi Mengenal Diri di Vihara Mendut pada akhir tahun 2007. Pengalaman dan wawasan ikut MMD selama seminggu dapat dibaca disini.
Bila menjalanan sesuatu hal yang datang dari dalam diri sendiri, maka pelaksanaannya akan menjadi mudah. Disiplin yang datang dari hati lebih mudah dilaksanakan daripada disiplin yang datang dari luar diri. Sifat vegetarian saya adalah tidak makan daging – ayam – ikan, tapi saya masih makan telur dan minum susu. Saya memandang diri sendiri masih dalam taraf belajar mempraktikkan vegetarian. Tidak ada hal-hal khusus untuk makan dan minum. Bila makan di warung kaki lima, saya juga tidak mempermasalahkan apakah tempe yang saya makan itu memakai penggorengan dan minyak yang sama yang digunakan untuk menggoreng ayam/ikan. Kadang-kadang bila makan dengan sayur lodeh dan ternyata sayur lodeh itu dicampur ikan teri, maka saya menyisihkan sayur lodeh itu dan saya meneruskan makan. Tapi memang sekarang tiap kali akan makan saya bertanya-tanya dulu apakah masakan itu dicampur dengan daging/ikan/ayam atau tidak. Sering kali saya hanya makan buah-buahan saja atau tidak makan karena masakan yang disajikan semuanya dicampur dengan daging/ikan/ayam. Paling-paling saya hanya minum air putih saya. Bila hal seperti ini terjadi, saya ya biasa-biasa saja. Tidak ada rasa geram/marah. Tidak ada rasa terkucil. Makan atau tidak makan ya sama saja.
Ada banyak kawan yang bertanya kepada saya mengapa menjadi vegetarian? Apa pengaruh vegetarian bagi saya dalam kehidupan sehari-hari? Paling-paling jawab saya alasan untuk menjadi vegetarian adalah karena memang hal itu menjadi hal yang penting bagi saya. Saya menjadi vegetarian bukan karena tidak ingin menyakiti mahkluk hidup atau agar tambah sehat atau melawan perubahan iklim atau agar lebih bersifat spiritual. Saya mempraktikkan vegetarian karena saya tahu tindakan ini adalah suatu hal yang benar bagi saya.
Setelah hampir setahun ini saya mempraktikkan vegetarian, apakah ada perubahan pada diri saya? Bagi saya pribadi saat sebelum menjadi vegetarian dan sesudahnya tidak berpengaruh banyak. Pilihan menu makan menjadi terbatas malah memudahkan dan tidak bikin repot. Porsi makan juga akan menjadi terbatas dengan sendirinya. Menjalankan meditasi dalam kehidupan sehari-hari dapat dengan lebih mudah dilakukan. Meditasi tidak mesti duduk dengan posisi bersila, tapi meditasi dapat dijalankan bersama dengan aktivitas-aktivitas keseharian lainnya. Kesadaran penuh.
Komentar di Website Meditasi Mengenal Diri
Saya sempat praktek “vegetarian” selama beberapa tahun. Vegetarian pakai tanda kutip karena pada intinya tidak makan daging, ikan dan ayam. Tetapi jika sayur yang tercampur dengan daging, ikan dan ayam, saya tetap makan sayurnya. Saya makan telur, tapi jarang-jarang karena kurang selera. Praktek “vegetarian” ini bukan untuk alasan apa-apa, melainkan lebih pada selera makan dan juga kepraktisan karena pilihan yang menjadi berkurang.
Sekarang saya kembali makan ayam, ikan dan daging karena dalam jangka panjang, tanpa diimbangi dengan diet yang menunjang seperti beragam kacang-kacangan, ini berpengaruh pada kesehatan saya. Yang cukup berpengaruh pada aktivitas sehari-hari adalah kurang darah dan sulit sembuh dari flu.
Mudah-mudahan sharing ini bermanfaat.
Komentar saya di Website Meditasi Mengenal Diri:
Mbak Siska,
Salam jumpa. Saya baru belajar mempraktikkan vegetarian. Dalam mempraktikkan vegetarian ini saya juga tidak ikut aliran ini itu, bahkan saya tidak tahu adanya macam-macam aliran dalam vegetarian. Saya tahu bahwa vegetarian menjadi alat kampanye dan upaya melawan perubahan iklim global dari media massa. Secara intelektual saya setuju dengan kawan-kawan aktivis perubahan iklim.
Mungkin praktik vegetarian yg saya lakukan ini ala saya sendiri karena kalau makan di warung-warung saya juga tidak terlalu ketat harus ini itu. Bagi saya yang penting adalah saya tidak makan secara langsung daging – ayam – ikan. Kalau secara tidak sengaja dalam makanan yang saya ambil tercampur ya paling-paling saya sisihkan bagian yang ada daging-ikan-ayam nya itu dan saya terus makan. Dan yang lebih penting lagi adalah di dalam hati dan pikiran. Tidak ada gunanya melakukan vegetarian, tapi pikirannya menginginkan makanan-makanan yang telah ditolaknya itu. Tidak ada gunanya mempraktikkan vegetarian bila hatinya mendambakan sesuatu yang telah diharamkannya. Itu sama saja bohong dan tidak ada artinya. Munafik.
Antara hati, pikiran dan tindakan mesti selaras. Jadi baik di dalam hati, di dalam pikiran maupun dalam perbuatan mesti juga mempraktikkan vegetarian. Dan tidak perlu geram atau marah bila di suatu tempat (mis: di warung, restoran, rumah makan, hotel dll) tidak ada menu yang bebas dari daging – ayam – ikan. Bagaimana bila timbul keinginan untuk makan daging/ayam/ikan? Bagaimana bila timbul dorongan yang kuat untuk mencoba-coba makan daging/ayam/ikan? Jawabnya adalah dengan MENGAMATI pikiran atau dorongan dan reaksi-reaksi yang muncul. Bagi kawan-kawan yang pernah mempraktikkan MMD, maka sudah tidak asing lagi bagaimana melakukan tindakan MENGAMATI ini. Hasil/dampak dari mengamati adalah KESADARAN PENUH. Bahkan bagi orang-orang yang punya kesadaran penuh, tindakan itu berjalan secara otomatis dan dengan sendirinya dan terasa tidak ada konflik. Hidup terasa “lempeng” saja.
Apakah dengan mempraktikkan vegetarian kita akan kekurangan zat-zat gizi yang biasanya didapatkan dari daging/ayam/ikan? Apakah melakukan vegetarian mesti diimbangi dengan diet pengganti utk daging/ikan/ayam tersebut? Saya sendiri sudah sejak kecil memang “darah rendah”. Kalau dari duduk terus tiba-tiba berdiri akan langsung berkunang-kunang. Tangan banyak berkeringat. Gampang pusing. Akan tetapi selama saya mempraktikkan vegetarian ini saya tidak melakukan diet khusus. Dalam sehari paling banyak makan 3 kali, dan biasanya hanya 2 kali sehari. Menu makan saya antara lain tempe/tahu + nasi + sayur lodeh, bila ada telur ya makan telur goreng. Minum: teh dan kadang-kadang es jeruk, bila ada Milo minum itu. Saya sudah lama tidak minum kopi. Tidak ada diet khusus untuk menambah asupan zat-zat gizi.
Apakah badan terasa lemah? Konsentrasi menurun? Gampang capek? dst. Kalau yang saya rasakan antara sebelum dan setelah mempraktikkan vegetarian ya sama saja. Malah setelah bervegetarian ini saya tidak mudah kena flu. Kalau dulu hampir tiap bulan saya kena flu atau badan yang lunglai seperti kehabisan energi, dan kalau sudah seperti itu obatnya adalah makan tongseng kambing di warung langganan dengan menu dobel dan istirahat di rumah. Sekarang sudah tidak perlu lagi beli tongseng kambing lagi he…… he…….. he……. Konsentrasi juga tidak terpengaruh dengan apakah melakukan vegetarian ataukah tidak. Mungkin hal-hal yang menyebabkan kelelahan, gampang sakit, kurang bisa berkonsentrasi dll lebih banyak disebabkan oleh faktor-faktor yang timbul dari dalam diri. Nah, dengan melakukan vegetarian memang kita akan semakin peka dengan diri sendiri. Mengamati pikiran dan reaksi-reaksi batin juga lebih mudah dilakukan. Hasilnya adalah ketenangan, ketemtraman, kesadaran.
Pada dasarnya organ tubuh manusia bukan untuk pemakan daging, gigi taring kita tidak seperti hewan.
Usus yang ada di tubuh manusia panjang, tidak seperti
pemakan daging.
Sekali-kali mengamati perilaku binatang yang akan disembelih manusia, semalam sebelumnya atau pada waktu ia dibawa ke tempat penjagalan.
Ia ketakutan dan pada saat itulah ia mengeluarkan racun.
Sesungguhnyalah yang harus kita perangi adalah melawan sifat-sifat hewani yang ada pada manusia.
Manusia kutub umumnya umurnya pendek karena banyak makan hewan ( yang memang adanya itu), sedangkan di gunung rata-rata panjang umurnya.
Oleh karena itu ada cerita indah meditasi katanya membuat awet muda dan cantik.
Terserah yang mau menjalani kehidupan, yang penting konon harus ” penuh kesadaran” dan dalam kesadaranNya.
saya merasakan manfaat veg. sbb:
1. berat badan saya lebih proporsional, turun 5 kg dari sebelum mjd veg.
2. lebih bisa mengendalikan emosi dan hawa nafsu.
3. lebih bijak terhadap makanan yg di konsumsi: “makan lah secukpnya, berhenti sebelum kenyang”.
4. memiliki keinginan memiliki kebun sayur olahan sendiri tanpa pupuk kimia/pestisida.
5. lebih menghargai kesetimbangan alam.