Vihara Mendut, Magelang
Senin, 1 Januari 2008
Hari Ketujuh MMD
Secara umum hari ini malah jadi hari yang berat bagi saya. Kaki jadi cepat terasa kaku dan sakit. Banyak keinginan tersembunyi (halus) dengan samarnya, sehingga proses pengamatan pikiran-pikiran yang halus ini lebih sukar daripada biasanya. Sukar untuk fokus ke arah keheningan. Capek sekali.
Saya melakukan sholat lima waktu secara lengkap walau bacaan-bacaan sholat masih amburadul. Terasa indah sekali bila kita melakukan sesuatu dengan motivasi yang benar dan kesungguhan yang nyata.
Pada jam 19.00 Pak Hudoyo menutup MMD selama tujuh hari penuh ini. Tapi malam dan esok paginya masih ada sesi meditasi bagi yang mau melakukan.
Pada sesi diskusi Pak Hudoyo berceramah mengenai DIRI (AKU, EGO) dan membacakan dari buku Bernadetta Robert. Bernadetta Robert adalah perempuan yang telah mengalami hilangnya “tuhan pribadi” atau tanggalnya AKU. Habis diskusi semua peserta dibebaskan dari semua larangan. Dan seperti kebiasaan di setiap akhir MMD adalah membuat tulisan mengenai pengalaman dan wawasan yang didapat selama melakukan MMD tersebut.
Jam 22.00 – 24.00 meditasi bersama lagi. Hanya beberapa orang yang ikut meditasi
bersama ini, para peserta yang lain lebih suka merayakan menyambut tahun baru dengan ngobrol dan berjalan-jalan di sekitar Vihara Mendut. Saya ikut meditasi bersama ini, tapi tak dapat berhasil penuh. Kaki cepat menjadi kaku dan sakit. Ngantuk. Capek. Oleh karena itu saya jadi sering berhenti dari meditasi duduk dan melakukan meditasi berjalan. Tapi meditasi berjalan pun tidaklah lama juga. Inginnya merebahkan diri dan tiduran. Setelah lewat tengah malam dan ruangan kosong karena para peserta meditasi sudah pergi, saya meninggalkan aula meditasi bersama itu. Setelah tiba di kamar saya langsung merebahkan diri dan jatuh tertidur.