Vihara Mendut, Magelang
Rabu, 26 Desember 2007
Hari Kedua MMD
Pagi ini adalah hari kedua retret meditasi MMD. Hari pertama dan kedua MMD biasanya penuh dengan rasa bosan, malas, ngantuk dan rasa sakit. Menurut istilah Pak Hudoyo, “Hari pertama dan kedua adalah ‘neraka’ badan dan batin dalam meditasi”.
Ceramah Pak Hudoyo tadi malam bertopikkan 5 Rintangan Batin, yaitu:
- Keinginan. Keinginan diibaratkan sebagai kolam yang penuh dengan tumbuhan teratai, indah tapi tidak dapat dilihat sampai ke dasar kolam.
- Tidak suka/senang. Ketidaksukaan diibaratkan sebagai kolam dengan air yang mendidih.
- Bosan/malas. Kebosanan dan kemalasan diibaratkan sebagai kolam yang penuh lumpur pekat.
- Cemas/gelisah. Kecemasan dan kegelisahan diibaratkan sebagai kolam yang gelap pekat, yang tidak kena sinar matahari.
- …….. (lupa). ……. diibaratkan sebagai kolam yang permukaannya bergolak, seperti kena tiupan angin kencang.
Dari pagi sampai siang saya bertekad untuk mengamati rasa sakit di kaki. Saya coba untuk tetap bertahan duduk bersila guna mengamati rasa sakit ini. Biasanya paling banter saya cuma tahan duduk meditasi sekitar 30 menit dan kemudian disambung dengan meditasi jalan karena tidak kuat menahan rasa sakit di kaki tersebut. Saya sampai membuat motto: LIVING WITH PAIN. NO PAIN, NO GAIN.
Pagi tadi saya coba untuk bertahan duduk bersila dan mengamati rasa sakit di kaki itu. Walaupun rasa sakitnya tak tertahankan dan badan sampai bergetar-getar serta bergoyang-goyang untuk dapat menahan rasa sakit, ternyata saya dapat bertahan duduk bersila sekitar 1 jam. Siang ini saya juga dapat bertahan duduk lebih kurang selama 1 jam.
Kelima “rintangan batin” itu adalah:
(1) Keinginan, ibarat kolam air yang permukaannya penuh bunga-bunga yang indah;
(2) Ketidaksenangan, ibarat kolam air yang airnya mendidih;
(3) Kegelisahan, ibarat kolam air yang permukaannya bergelombang tertiup angin;
(4) Kemalasan & kebosanan, ibarat kolam air yang permukaannya penuh lumpur pekat;
(5) Keraguan, ibarat kolam air yang permukaannya gelap karena tidak ada cahaya.
Kelima “rintangan batin” itu adalah kondisi yang wajar dari batin manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa hal, malah “rintangan batin” itu sangat perlu untuk hidup dan survive; misalnya, keinginan atau ketidaksenangan.
Namun, di dalam meditasi mengenal diri, apabila “rintangan batin” yang muncul disadari/dielingi, maka pada suatu titik, yang tidak mungkin dikejar atau diharapkan, orang akan masuk ke dalam ‘keheningan’, di mana kelima “rintangan batin” itu akan berhenti (untuk sementara).
Hudoyo
Terima kasih Pak Hudoyo atas koreksinya. Ini semakin memperjelas mengenai 5 Rintangan Batin yang sering dihadapi dalam meditasi.