Pengantar
Pada tahun 1988 sampai 1997 saya merupakan pegiat alam bebas yang tergabung dalam sebuah organisasi pencinta alam (MAPAGAMA) yang sangat aktif. Fokus perhatian saya saat itu adalah mendaki gunung atau kegiatan rimba gunung. Agar tidak selalu lupa, saya membuat sebuah daftar checklist perlengkapan yang wajib dibawa saat melakukan kegiatan di alam bebas, terutama di gunung maupun rimba.
Pagi ini (22 Desember 2007) saya buka-buka kembali catatan harian yang rajin saya tulis antara tahun-tahun tersebut. Sebagian perjalanan tercatat lengkap dengan segala suka dan dukanya. Berikut ini saya kutipkan daftar perlengkapan mendaki gunung untuk pengingat kepada diri saya sendiri bila suatu saat nanti akan mendaki gunung lagi atau pun pembejaran bagi orang-orang lain.
Semoga berguna.
Salam,
Djuni Lethek
==========================
DAFTAR CHECKLIST PERLENGKAPAN KEGIATAN MENDAKI GUNUNG
A. Perlengkapan Utama
- Sepatu dan kaus kaki.
- Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
- One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
- Senter dan batere dan bolam ekstra.
- Ponco atau raincoat.
- Matras.
- Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
- Topi rimba.
- Tempat minum atau veples.
- Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
- Obat-obatan pribadi (P3K set).
- Pisau saku.
- Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).
- Nesting dan sendok dan cangkir.
- Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
- Survival Kit).
- Peta dan kompas.
- Altimeter (kalau punya).
- Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
- Parang tebas dan batu asah.
- Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
- Sandal jepit.
- Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
- Kaus tangan.
- Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
- Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.
B. Pakaian
- Pakaian dalam.
- Celana pendek.
- Celana panjang.
- Kaos/t-shirt.
- Sweater atau parka.
- Jaket (tahan air).
- Sarung.
- Kerpus atau balaclava.
- Scarf atau slayer.
- Hem lengan panjang.
- Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
- Kaus tangan.
- Jas hujan (raincoat atau ponco).
C. First Aid Kit
- Betadine.
- Kapas.
- Kain kassa.
- Perban.
- Rivanol.
- Alkohol 70%.
- Obat alergi: CTM.
- Obat maag.
- Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
- Parasetamol.
- Antalgin.
- Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
- Obat keracunan: Norit.
- Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
- Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).
D. Survival Kit
- Kaca cermin.
- Peniti.
- Jarum jahit.
- Benang nilon.
- Mata pancing dan senar pancing.
- Silet atau cutter.
- Korek api dalam wadah water proof dan lilin.
E. Lain-Lain
- KTP atau Kartu Pelajar
- Uang
- Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.
- Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
- Radio kecil dan batere cadangan.
- Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).
- Harmonika.
- Buku puisi Chairil Anwar.
- Buku puisi Khalil Gibran.
Nuhun Kang infona…
Saya kangen pengen ngerasain naek gunung lagi…
Terakhir naik Papandayan 2002 persis sebelum letusan terakhir.
Pernah solo tracking nggak kang? Soalnya semua tim naek gunung saya dah pada berkeluarga (termasuk saya).
Thx atas tulisannya om.
He,he,he
Jdi yg nulis om senior, salam kenal.
Tdk pgen coba mendaki gunung lgi. Di banyuwangi ada gunung Raung yg masih alami atau om pernah ksana. Ato klo pgen yg udah ada jalannya di kawah ijen.
Promosi ni ye…
[...] tertulis di situs-situs internet. Tinggal googling, sim salabim, ribuan link langsung tersedia. Salah satunya ini. Thanks, [...]
wah lengkap banget ya? kalo saya sih se adanya,,,aja..ada cewe,ada makanan,ada teman,dan ada perlengkapan..heheh sama aja dung??
kalo saya sering banget naik gunung,tapi cuma di daerah sendiri aja..kalo ketempat lain lom pernah. ga ada m0dal. kebetulan saya tinggal di kota kecil Pandeglang,Banten. disini ada gunung Pulosari dan banyak pula legenda tentang pulosari…tar kalo ada rencana mampir ke Pulosari.disana ada sensasi air terjun yang di kenal Curug Putri. JAYA TERUS PECINTA ALAM SEJATI
salam Rimba…..
ada yang kurang kang 1 pendaki jaman sekarang udah bisa bawa GPS ( Global Positioning Satelite ).
thanks,
tks infonya……jadi pengen naik gunung lagi nehh….lewatin musim hujan dulu kali yaa
makasih om! sekedar ngecek mungkin ada alat – alat yang terlupa. tgl 5 maret 2009 saya mau ke merbabu
buku puisi chairil anwar ???
kalo anak sekarang yg dibawa komik sinchan, komik dora emon, novel laskar pelangi, ketika cinta bertasbih..wakakakk
salam kenal…
menambahkan sedikit…
1. garam dapur, u/ survival, mencuci, masak, bahan sucihama sederhana.
2. kalium permanganat u/ zak oksidator dan anti hama.
3. coklat batangan, havermut (skrg quaker oats) dan atau beras.
4. kalo bawa peta (biasa nya dari jawatan topologi) jangan lupa selain kompas bawa busur derajat, jangka dan pinsil. kalo ada gps, jadikan alat bantu cadangan, soalnya gps sangat mudah pakai nya, tidak melatih logika.
5. tali prusik secukupnya.
6. minyak kayu putih.
7. kantung plastik inner.
8. binokular.
wah, jadi banyak…. tapi itu membuat kita nyaman, terutama jika ada “kondisi” darurat tak terencana, tinggal bagaimana ’seni’ nge-pack-nya pada carrier kita.
terima kasih
dani-bandung.
Thx banget infonya pakdhe,,
rencana maw pendakian ke merbabu tanggal 16 Agustus
-pendakian pertama neh-
_Sha_
mksh infonya…
masih anak baru ,