At 05:29 01/08/2007, you wrote:
Sementara orang menjadi eling pada tingkat sadar, orang juga mulai menemukan iri hati, pergulatan, keinginan, motif, kecemasan yang terletak pada tingkat lebih dalam dari kesadaran. Bila batin tekun menemukan seluruh proses dirinya, maka setiap peristiwa, setiap reaksi menjadi cara untuk penemuan, cara pengenalan diri. JKrishnamurti.org – Daily Quote ————————————————————-
Uraian di atas ini tepat sekali menggambarkan apa yg saya rasakan dan kemudian saya tuliskan dg judul “Minum Kopi“. Kesadaran saya kepada “ritual” minum kopi di pagi dan sore hari ternyata mengarah kepada pemahaman kemelekatan terhadap “ritual” itu dan perasaan-perasaan yang menyertainya. Oleh karena itu saya jadi sedikit paham mengenai “kemelekatan yang membebaskan” dan “kemelekatan yang semakin menambah ketergantungan atau melekat”.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya amati banyak orang yang menyadari bahwa dia tergantung (melekat) pada sesuatu hal; tapi kesadaran ini malah membuat pembenaran atas ketergantungan itu. Contoh paling gampang adalah merokok. Banyak orang sadar bahwa merokok itu merusak kesehatan, tidak baik bagi “kocek”, dan kotor (karena meninggalkan abu dan puntung rokok sembarangan). Namun dengan pembenaran bahwa merokok itu mensejahterakan para buruh pabrik rokok dan petani tembakau, menyumbang devisa kepada negara (karena rokok menyumbang pajak besar sekali kepada negara), memberi pekerjaan kepada parah ahli (dokter, peneliti, dll); maka si orang itu terus saja merokok dengan enaknya. Ini yang saya sebut “kesadaran terhadap kemelekatan yang semakin membuat ketergantungan”. Bila orang tersebut benar-benar sadar terhadap kemelekatannya, maka dia akan meninggalkan hal itu.
Menyadari pikiran seperti iri hati, keinginan, cemburu, ketakutan adalah sesuatu yg sangat sulit. Tapi seperti dibilang oleh Krishnamurti di atas, “Bila batin tekun menemukan seluruh proses dirinya, maka setiap peristiwa, setiap reaksi menjadi cara untuk penemuan, cara pengenalan diri.”
Tampaknya jalan saya untuk mengenal diri sendiri masih sangat panjang.
salam,
djuni
saya udah menyadari hal-hal yang tidak baik untuk kesehatan bagi diri saya sendiri ,dan dampaknyapun sgt membahayakan apabila sy terus melakukan kebiasaan jelek ini ,. sgt berat sekali bg saya untuk meninggalkan kebiasaan jelek ini ? sebenarnya bathin saya udah gak bisa menerima kebiasaan jelek ini ….segala upaya udah saya lakukan tapi hasilnya tetap aja ketergantungan dgn kebiasaan jelek ini .sekarang saya coba dgn cara meditasi utk bisa mengendalikan kebiasaan jelek ini . tapi hasilnya belum juga ada ……………bagaimana caranya agar bisa untuk menghilangkan semua ini dgn cara bermeditasi ?terima kasih